PENAJAMPASERUTARA–Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memulai langkahnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung. Melalui kepengurusan baru masa bakti 2026–2031, yang digelar Sabtu (01/08/2026).
Organisasi ini berkomitmen menjalankan berbagai program edukasi dan pencegahan penyakit jantung yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Pelantikan pengurus YJI PPU menjadi bagian dari rangkaian pelantikan organisasi olahraga dan kesehatan di Kabupaten PPU. Dalam kepengurusan tersebut, Dr. Indrayani M.Pd dipercaya memimpin sebagai Ketua YJI Cabang PPU.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru tersebut. Menurutnya, keberadaan YJI sangat penting untuk membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung melalui edukasi yang berkelanjutan.
Ia mengatakan jantung merupakan organ vital yang berperan menjaga fungsi seluruh tubuh. Karena itu, masyarakat perlu memahami sejak dini bagaimana menerapkan pola hidup sehat agar risiko penyakit jantung dapat dicegah. “Jantung ini kunci utama kehidupan manusia. Kalau jantung berhenti, semuanya juga berhenti. Jadi masyarakat perlu diberikan pemahaman bagaimana menjaga kesehatan jantung,” ujar Waris.
Ia berharap YJI tidak hanya hadir ketika seseorang telah menderita penyakit jantung, tetapi juga aktif mengajak masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan berbagai kegiatan yang mendorong penerapan gaya hidup sehat.

Sementara itu, Ketua YJI Cabang Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih Seno Aji, menjelaskan bahwa kepengurusan YJI PPU telah menyiapkan sejumlah program yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pendampingan bagi anak-anak yang mengalami penyakit jantung bawaan. Menurutnya, banyak keluarga yang membutuhkan informasi dan dukungan ketika menghadapi kondisi tersebut. Kehadiran YJI diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendampingan serta akses informasi mengenai penanganan penyakit jantung bawaan.
Selain itu, YJI PPU juga akan mengintensifkan kampanye mengenai bahaya rokok dan rokok elektronik (vape) terhadap kesehatan jantung. Edukasi tersebut akan menyasar berbagai kalangan, khususnya anak-anak dan generasi muda, agar mereka memahami risiko kebiasaan merokok sejak usia dini.
Program lain yang akan dijalankan yakni penyelenggaraan senam jantung sehat secara rutin serta pembentukan Klub Jantung Sehat (KJS) di lingkungan masyarakat, instansi pemerintah, sekolah, maupun komunitas. Melalui klub tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit jantung.

Ketua YJI PPU Indrayani mengatakan pihaknya ingin menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai wadah yang dekat dengan masyarakat. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan jantung tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat. “Program kami ke depan tidak hanya menyampaikan informasi tentang penyakit jantung, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat. Kami ingin edukasi ini menjangkau keluarga, sekolah, lingkungan kerja hingga komunitas,” ujarnya
Alumni Program Doktoral Universitas Negeri Malang tersebut juga mentgatakan, bahwa YJI PPU akan terus mendorong masyarakat membiasakan diri menjalani pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin. Karena itu, pembentukan Klub Jantung Sehat diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk saling mendukung dalam menerapkan gaya hidup sehat. “Kami ingin membangun kebiasaan masyarakat untuk bergerak dan menjaga kesehatan bersama. Harapannya semakin banyak kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan jantung,” ujar Indrayani.
Di sisi lain, Wahyu Hernaningsih Seno Aji berharap seluruh program YJI PPU mendapat dukungan dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, instansi, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar gerakan menjaga kesehatan jantung dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial pelantikan semata.

Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, YJI PPU diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi, pencegahan, serta pembudayaan pola hidup sehat. Melalui berbagai program yang telah disiapkan, organisasi ini ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan jantung harus dimulai sejak dini, karena pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati ketika penyakit telah muncul.
Penulis : Alfian Tamzil

