BALIKPAPAN – Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) secara resmi membentuk Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu pilar strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan di tengah dinamika pembangunan Kota Balikpapan yang berfungsi sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Berdasarkan struktur kepengurusan yang ditetapkan, Dr. Yudea F Anai, S.E, M.Acc, Ak, CA, CTA, ASEAN CPA, dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Bidang.
Dr. Yudea F Anai merupakan Dosen Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Balikpapan, yang saat ini juga mengemban amanat sebagai Wakil Dekan FEB Universitas Balikpapan. Latar belakang akademiknya sebagai Doktor di bidang Ilmu Akuntansi Publik serta rekam jejaknya dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi menjadi modal fundamental dalam merumuskan program-program pengembangan kapasitas bagi anggota paguyuban.
Di samping perannya di lingkungan akademik, Dr. Yudea menyandang sejumlah posisi strategis dalam organisasi profesi dan kemasyarakatan di Kota Balikpapan. Ia tercatat sebagai Ketua Kerukunan Warga Dayak DUSMALA Kota Balikpapan, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Komisariat Kota Balikpapan, serta Bendahara Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Balikpapan. Pengalaman organisatorisnya juga mencakup peran sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Pertemuan Raya 2 Remaja dan Pemuda Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) 2024, Ketua 1 Panitia Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja Indonesia (MPL PGI) Tahun 2023. Integrasi antara kompetensi akademik, profesional, dan kemasyarakatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan perspektif holistik dalam perumusan kebijakan pengembangan SDM di lingkungan FKPB.

Adapun tugas dan fungsi pokok Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia FKPB meliputi: (1) perancangan dan implementasi program pendidikan, pelatihan, serta pengembangan SDM; (2) peningkatan kompetensi, kapasitas, dan karakter anggota paguyuban; (3) fasilitasi akses serta pemerataan kesempatan pendidikan bagi anggota dan masyarakat luas; (4) pengembangan jejaring kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan terkait; (5) penumbuhan budaya literasi, inovasi, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman; serta (6) pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh program pendidikan dan pengembangan SDM secara berkelanjutan.
FKPB diketahui menaungi sekitar 131 paguyuban lintas etnis yang ada di Kota Balikpapan. Keberadaan organisasi ini memiliki urgensi strategis dalam menjaga kohesi sosial dan kondusivitas daerah, terutama seiring dengan peningkatan mobilitas penduduk pasca penetapan IKN. Pada pelantikan pengurus FKPB periode 2026–2031 yang diselenggarakan di Aula Rumah Dinas Jabatan Wali Kota Balikpapan pada 8 Agustus 2026, Wali Kota Dr. Rahmad Mas’ud menekankan pentingnya peran FKPB sebagai mitra kolaboratif pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kerukunan antarwarga.

Struktur kepengurusan bidang ini turut diperkuat oleh sejumlah anggota dengan latar belakang multidisiplin, yakni Marwan, S.Pd; Iwan Handoko; Aripuddin, S.Pd., M.Si; Drs. H. Lalu Faudzul Idhi, M.Si; Iswanto; dan Robby Makianggung. Komposisi tim yang beragam tersebut diharapkan dapat mendorong efektivitas pelaksanaan program yang berbasis pada kebutuhan riil anggota paguyuban.
Melalui inisiatif ini, FKPB mengukuhkan komitmennya terhadap moto Perekat Nusantara dan tagline SDM Unggul Paguyuban Kuat, Nusantara Bersatu. Dengan kepemimpinan Dr. Yudea F Anai dan dukungan tim yang kompeten, bidang ini diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berdaya saing, dan adaptif, guna mendukung terwujudnya Kota Balikpapan yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.



