BALIKPAPAN—Peringatan Hari Kartini menjadi momen refleksi bagi perempuan Indonesia untuk terus beradaptasi menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Anggaran, Sumber Daya Manusia, Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan Universitas Balikpapan Dr. Indrayani M.Pd, yang menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini saat ini harus dimaknai lebih luas. Tidak hanya soal pendidikan dan kesetaraan, tetapi juga peran penting perempuan dalam mengelola keuangan keluarga.
Menurutnya, situasi ekonomi yang fluktuatif, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta tekanan ekonomi global membuat perempuan, baik sebagai ibu rumah tangga maupun pekerja, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. “Perempuan saat ini menjadi garda terdepan dalam mengatur keuangan keluarga. Di sinilah nilai-nilai Kartini tetap relevan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (11/04/2026)
Alumni Program Doktoral Universitas Negeri Malang ini juga mengatakan, kemampuan mengelola keuangan menjadi hal yang sangat penting di era sekarang. Perempuan perlu memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu mengambil keputusan yang tepat, seperti membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menyusun prioritas pengeluaran.
Selain itu, pengelolaan keuangan yang bijak juga mencerminkan kemandirian dan kecerdasan perempuan dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketahanan ekonomi keluarga merupakan bagian dari kekuatan ekonomi nasional. Jika setiap keluarga mampu mengatur keuangannya dengan baik, maka secara tidak langsung akan membantu menjaga stabilitas ekonomi negara. “Ketahanan ekonomi dimulai dari keluarga. Perempuan memiliki peran utama dalam memastikan kondisi tersebut tetap terjaga,” tegasnya.
Momentum Hari Kartini juga diharapkan dapat mendorong perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan diri, tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam bidang kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital.
Dengan demikian, perempuan masa kini dapat menjadi “Kartini modern” yang tidak hanya tangguh, tetapi juga cerdas dan bijaksana dalam mengelola keuangan demi masa depan keluarga yang lebih sejahtera.(alt)


