News Umum

Kukuhkan Pengurus Mangkok Merah Sekadau, Dr. Rendi Susiswo Ismail: Kalimantan Adalah Jantung Masa Depan IKN

SEKADAU, KALIMANTAN BARAT – Momentum sakral dan penuh semangat persatuan menyelimuti Kabupaten Sekadau saat prosesi Pengukuhan Pengurus Mangkok Merah digelar baru-baru ini. Kehadiran tokoh pendidikan dan kemasyarakatan, Dr. Rendi Susiswo Ismail, bersama istri dan Dr. Indrayani, memberikan penekanan penting pada peran strategis kearifan lokal di tengah transformasi besar Indonesia.

Dalam diskusinya bersama Bupati Sekadau, para tokoh adat, dan Raja Sekadau, Dr. Rendi menyampaikan pesan mendalam mengenai filosofi Mangkok Merah. Menurutnya, simbol ini bukan sekadar atribut adat, melainkan representasi dari keberanian, tanggung jawab sosial, dan perekat persatuan masyarakat Dayak.

Di tengah derap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Dr. Rendi mengingatkan bahwa Kalimantan kini berada di titik pusat perhatian dunia. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata.

“Pembangunan IKN adalah proyek peradaban. Di sini, masyarakat Kalimantan memiliki tanggung jawab strategis sebagai tuan rumah. Kita harus menjaga harmoni antara kemajuan teknologi, pelestarian lingkungan, dan kekuatan nilai budaya,” ujar Dr. Rendi di hadapan para tamu undangan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal harus memposisikan diri sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penonton. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh adat, dan generasi muda menjadi kunci agar identitas lokal tetap kokoh meski modernitas mulai masuk.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menyukseskan IKN Nusantara. Dr. Rendi mengajak seluruh warga untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dan berkontribusi nyata.

“Kalimantan bukan sekadar lokasi koordinat bagi IKN. Kalimantan adalah jantung masa depan Indonesia. Kita harus membuktikan bahwa kemajuan bangsa bisa berjalan beriringan dengan kearifan lokal yang tetap terjaga,” pungkasnya.

Hadirnya berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat pemerintah daerah hingga tokoh pemuda, mencerminkan optimisme baru. Pengukuhan Mangkok Merah di Sekadau ini pun menjadi simbol kesiapan masyarakat Kalimantan dalam menyongsong peradaban baru yang tetap berakar pada jati diri bangsa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *