BALIKPAPAN—Momen Yudisium Fakultas Hukum Universitas Balikpapan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 LXVI menjadi kenangan tak terlupakan bagi Ahmad Hafiuddin. Sebab, ia dinobatkan sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dari 57 peserta yudisium, yang digelar di Balayan Room, Hotel Gran Senyiur, Sabtu (28/02/2026).
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Balikpapan itu berhasil mencatatkan IPK 3.96, angka tertinggi di antara lima lulusan terbaik yang diumumkan dalam sidang terbuka tersebut.
Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan ketika Kaprodi Ilmu Hukum, Rinto, SH., MH., membacakan nama lima peserta yudisium terbaik. Mereka adalah Adie Susanto dengan IPK 3.94, Ibnu Al Razak dengan IPK 3.94. Ilham Yudiawan dengan IPK 3.94. Nanang Kuswan Kusdiyantoro dengan IPK 3.95, dan Ahmad Hafiuddin meraih IPK tertinggi 3.96.

Hafid—sapaan akrabnya—mengaku sama sekali tidak menyangka akan meraih predikat tersebut. Pria kelahiran Surabaya, 21 Juni 2002 itu mengatakan, selama menjalani perkuliahan dirinya hanya berusaha konsisten dan fokus. “Saya benar-benar tidak menyangka bisa jadi yang tertinggi. Selama ini saya hanya berusaha fokus kuliah, tidak pernah absen, dan menyelesaikan semua tugas dengan baik,” ujarnya.
Menariknya, di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, Hafid juga bekerja sebagai staf di Sekolah Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Balikpapan. Menurutnya, kunci keberhasilannya terletak pada manajemen waktu yang disiplin. “Intinya saya fokus kuliah dan jam kerja tetap saya laksanakan. Saya harus pandai menata waktu, mana jam kerja dan mana waktu kuliah,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa statusnya sebagai staf di lingkungan kampus tidak memberinya perlakuan khusus dalam perkuliahan. “Bukan berarti karena saya staf di kampus, kuliahnya jadi lebih mudah atau diberi kelonggaran. Itu tidak benar. Saya tetap mengikuti semua aturan dan menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan dosen. Tidak ada kaitannya antara pekerjaan dengan nilai kuliah,” tegasnya.

Kini, setelah resmi menyandang gelar Sarjana Hukum, alumni SMK Negeri 1 Balikpapan angkatan 2020 tersebut berencana tetap mengabdi di Universitas Balikpapan. Namun, ia juga menyimpan harapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Ilmu Hukum. “Semoga ada kesempatan, saya ingin lanjut S2. Mumpung usia masih muda, Insya Allah saya ingin terus belajar,” pungkasnya penuh optimisme.
Prestasi Hafid menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan manajemen waktu yang baik mampu mengantarkan seseorang meraih hasil terbaik, meski harus membagi fokus antara dunia kerja dan bangku kuliah.
Penulis : Alfian Tamzil
