News

Hujan Deras Sekitar 30 Menit, Jalan MT Haryono Kembali Tergenang, Pengamat :  Penutupan Saluran Bisa Jadi “Bom Waktu”

BALIKPAPAN—Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan sekitar 30 menit lebih kembali menyebabkan banjir di Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan, pada Senin pagi (30/6/2026).

Genangan air terjadi mulai dari Simpang Beler hingga depan Kantor Telkom dan sempat memicu kemacetan karena banyak pengendara memilih berhenti atau berbalik arah menuju kawasan Balikpapan Baru. Hujan cukup deras yang turun sekitar pukul 08.30 hingga pukul 09.00 WITA itu membuat sejumlah ruas jalan dipenuhi air. Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem drainase di kawasan MT Haryono yang selama ini menjadi salah satu titik langganan banjir.

Pengamat Kota Balikpapan, Ir. Sudjatmiko, menilai penutupan sebagian saluran drainase untuk pembangunan trotoar bukan merupakan penyebab utama banjir yang terjadi saat ini. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menjadi persoalan yang lebih besar di masa mendatang apabila tidak diimbangi dengan sistem pemeliharaan yang memadai. “Penutupan saluran bukan penyebab utama banjir, tetapi dapat menjadi bom waktu. Balikpapan memiliki tingkat sedimentasi yang cukup tinggi sehingga endapan di dasar saluran akan terus bertambah. Akibatnya, penampang basah saluran berkurang dan kapasitas aliran semakin mengecil,” ujarnya.

Alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada itu menduga, penutupan saluran dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang di permukaan, seperti pembangunan trotoar. Meski demikian, ia menilai langkah tersebut perlu dikaji lebih matang.

Menurutnya, saluran yang tertutup trotoar akan menyulitkan proses inspeksi, pembersihan, dan pengerukan sedimen. Padahal, pemeliharaan rutin merupakan kunci agar kapasitas saluran tetap terjaga. “Jika sedimentasi terus terjadi, sementara akses pemeliharaan terbatas, endapan akan semakin menumpuk dan mengurangi kemampuan saluran mengalirkan air. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat sekarang, tetapi berpotensi menjadi masalah serius di kemudian hari. Itulah yang saya maksud sebagai bom waktu,” jelasnya.

Sudjatmiko menambahkan, upaya penanganan banjir sebaiknya tidak hanya berfokus pada saluran drainase, tetapi juga menyentuh akar persoalan di sepanjang aliran sungai.

Menurutnya, normalisasi sungai serta penertiban penyempitan badan sungai di sepanjang koridor Bendungan hingga Hotel Zurich perlu menjadi prioritas. Selain itu, kondisi pasang surut air laut juga harus diperhitungkan karena sangat memengaruhi kelancaran aliran air menuju hilir. “Selama alur sungai masih menyempit dan pengaruh pasang laut belum menjadi bagian dari perencanaan drainase, potensi banjir akan tetap ada meskipun berbagai perbaikan telah dilakukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui bersama, warga Balikpapan sudah tidak asing lagi dengan adanya banjir di jalan MT Haryono. Walau hujan deras hanya beberapa puluh menit, kawasan MT Haryono selalu banjir. Hal ini bisa dilihat dari pantauan kamera CCTV yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Kota Balikpapan. (alt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *