JAKARTA—Prestasi akademik membanggakan berhasil ditorehkan oleh Letkol CKM Dr. dr. Ragu Raman, Sp.KJ., seorang dokter spesialis jiwa yang bertugas di RS Dr. Hardjanto atau Rumah Sakit Tentara (RST) Balikpapan. Ia resmi meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dengan predikat Sangat Memuaskan setelah dinyatakan lulus pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Manajemen Stratejik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Trisakti, Selasa (23/12/2025).
Sidang terbuka yang berlangsung di lingkungan Universitas Trisakti tersebut berjalan khidmat dan diketuai oleh Dekan FEB Universitas Trisakti Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian MM., CIRR., CMA., CPM selaku Ketua penguji. Promotor Prof. Dr. Willy Arafah MM., DBA., CMA. Co-Promotor Dr. Kusnadi MM. Sekretaris Prof. Dr. Bahtiar Usman MM., CIFM., CIERM. Dan dua orang anggota, yaitu Dr. Tiara Puspa MM., CHRMP., AIBIZ. Dan Dr. Aekram Faisal S E., M.M., CMA., CPM. Serta penguji luar Prof. Dr. Ir. Acep Riana Jayaprawira M.Si.
Keberhasilan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang akademik Ragu Raman yang dijalani di tengah padatnya tugas sebagai perwira TNI sekaligus sebagai seorang dokter spesialis jiwa.
Dalam sidang promosi tersebut, Ragu Raman mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Innovation Capabilities, Core Competencies, dan Organizational Culture terhadap Organizational Performance Rumah Sakit TNI Angkatan Darat yang Dimediasi oleh Strategic Flexibility.” Disertasi ini menyoroti pentingnya kemampuan inovasi, kompetensi inti, serta budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja rumah sakit TNI AD, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan strategis dan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Pada sidang terbuka ini Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian menyampaikan bahwa Ragu Raman dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor dengan hasil Sangat Memuaskan. Menurutnya, disertasi yang disusun memiliki kekuatan konseptual dan aplikatif, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan manajemen strategis di lingkungan rumah sakit militer.
“Disertasi ini tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga relevan secara praktis bagi peningkatan kinerja organisasi rumah sakit TNI Angkatan Darat. Oleh karena itu, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan,” ujar Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian dalam sidang terbuka tersebut.

Usai sidang, Doktor Ragu Raman mengungkapkan bahwa perjalanan menempuh pendidikan Strata Tiga bukanlah hal yang mudah. Ia harus membagi waktu secara disiplin antara tugas kedinasan, pelayanan medis, praktik pribadi, dan kewajiban akademik. Bahkan, tidak jarang ia mengikuti perkuliahan hingga larut malam.
“Pada awal perkuliahan, sebagian besar kegiatan akademik dilakukan secara daring melalui Zoom. Namun, ada juga perkuliahan tatap muka yang harus saya ikuti. Semua itu menuntut pengaturan waktu yang baik dan komitmen yang kuat,” ujar alumni Spesialis Kedokteran Jiwa Universitas Padjajaran tersebut.
Sebagai dokter spesialis jiwa, Ragu Raman sehari-hari melayani pasien di RS Dr. Hardjanto Balikpapan sejak pagi hingga siang hari. Selain itu, pada malam hari ia juga membuka praktik untuk melayani masyarakat. Di tengah kesibukan tersebut, ia tetap berupaya maksimal dalam mengikuti perkuliahan, menyusun disertasi, serta menyelesaikan seluruh tahapan akademik tepat waktu.
“Saya berusaha menjalani semua tanggung jawab dengan seimbang. Meskipun aktivitas saya sangat padat, mulai dari tugas kedinasan hingga praktik malam, saya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan studi doktoral ini secara maksimal,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan tersebut, gelar akademik yang disandang Ragu Raman pun bertambah. Kini ia resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi sekaligus tetap menjalankan profesinya sebagai Dokter Spesialis Jiwa. Perpaduan keilmuan kedokteran dan manajemen strategis yang dimilikinya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan tata kelola dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di lingkungan rumah sakit TNI Angkatan Darat.
Prestasi Letkol CKM Dr. dr. Ragu Raman, Sp.KJ., ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu dan padatnya tanggung jawab bukanlah penghalang untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri. Menurutnya, keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan sang istri yang senantiasa memberikan support serta anaknya yang menjadi motivasi selama menempuh pendidikan S3nya. Dengan ditetapkannya Ragu Raman sebagai Doktor diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi tenaga medis, prajurit TNI, serta generasi muda untuk terus menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Penulis : Alfian Tamzil


