BALIKPAPAN—Penyakit saraf kejepit sudah tidak asing bagi masyarakat luas, bahkan pengidapnya pun jumlahnya makin hari makin bertambah. Banyak para penderita saraf kejepit ini, lebih mengambil jalan melalui non medis atau pengobatan alternatif. Sebab pengobatan non medis ini lebih memilih terapi tubuh bagi penderitanya melalui seorang Tabib.
Salah seorang Tabib yang cukup dikenal di masyarakat Balikpapan dan Samarinda adalah Tabib Syaiful Mulia. Ia membuka praktik di komplek Perumahan Sosial, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara.
Setiap hari banyak pasien yang berobat padanya. Saking banyaknya, Ia rela bolak balik Balikpapan – Samarinda, karena pasiennya cukup banyak. “Jadi selain di Balikpapan, saya juga buka praktik di Samarinda. Lokasinya tak jauh dari SMA Melati, Samarinda Seberang. Di Samarinda juga banyak pasien saya,” ujarnya saat ditemui di praktiknya, Minggu (26/04/2026).
Menurut Syaiful Mulia, metode pengobatan alternatif berbasis biomekanik tubuh. Cara ini mulai dikenal di masyarakat sebagai salah satu pendekatan terapi yang mengedepankan keseimbangan struktur tubuh manusia. “Terapi ini berangkat dari pemahaman bahwa tubuh bekerja layaknya sebuah sistem mekanik, di mana keseimbangan menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh,” ujarnya.

Pria kelahiran Banjarnegara ini mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengenal metode tersebut melalui sebuah pelatihan yang diikutinya di Surabaya pada tahun 2017. Pelatihan itu berlangsung selama tiga hari dan dipandu oleh seorang trainer yang mengembangkan metode tersebut berdasarkan pemikiran penemunya.
Ia menjelaskan, penemu metode ini memiliki latar belakang di bidang teknik, khususnya teknik pesawat terbang, dan diketahui pernah bekerja sebagai teknisi di sektor tersebut. Dari latar belakang itulah, konsep dasar metode ini kemudian diadaptasi ke dalam pendekatan terhadap tubuh manusia.“Konsepnya diambil dari prinsip keseimbangan sistem, seperti pesawat yang bisa terbang stabil karena struktur dan distribusi bebannya seimbang. Tubuh manusia juga demikian, ketika posisinya seimbang, maka fungsinya akan bekerja lebih optimal,” ujarnya.
Menurutnya, penemu metode ini memerlukan waktu hingga 15 tahun untuk merumuskan konsep terapi biomekanik tubuh ini. Pendekatan tersebut menggabungkan pemahaman struktur tubuh manusia dengan prinsip keseimbangan mekanis, sehingga berbagai keluhan kesehatan dianggap dapat ditelusuri dari ketidakseimbangan posisi tubuh.
Dalam praktiknya, terapi ini dilakukan dengan cara mendiagnosis bagian tubuh yang dianggap “miring” atau tidak simetris, kemudian dilakukan penyesuaian melalui teknik tertentu agar kembali ke posisi normal. Salah satu contoh yang dilakukan adalah konsep bahwa gangguan pada organ tertentu, seperti usus, dapat disebabkan oleh kondisi aliran yang tidak optimal akibat “pelintiran” atau tekanan pada struktur tubuh. “Logikanya sederhana. Kalau ada yang melintir, kita kembalikan ke posisi semula. Tapi yang penting itu diagnosanya, harus tahu arah ketidakseimbangannya,” jelasnya.
Selain biomekanik tubuh, Tabib Syaiful Mulia juga mempelajari berbagai metode terapi lain seperti bekam, totok saraf, hingga teknik melancarkan sendi. Namun, ia mengaku lebih banyak menerapkan biomekanik karena dinilai efektif membantu mengurangi keluhan pasien saraf kejepit.
Ketertarikannya terhadap dunia terapi alternatif bermula dari pengalaman pribadi. Ia pernah mengalami gangguan asam lambung yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga harus membatasi konsumsi makanan tertentu seperti kopi dan makanan laut. Setelah mencoba berbagai metode, ia akhirnya tertarik mendalami terapi biomekanik karena merasa mendapatkan manfaat. “Saya awalnya ingin sembuh, tapi setelah merasakan manfaatnya, saya jadi ingin membantu orang lain,” katanya.
Saat ini, ia membuka layanan terapi kepada masyarakat, ia juga menerima panggilan ke rumah pasien dengan tarif yang disesuaikan dengan jarak.

Ia juga mengatakan, dari sekian banyak pasien yang datang ke praktiknya, kebanyakan sembuh. Khususnya saraf kejepit. Namun terapi tidak cukup satu kali. “Yang menyembuhkan itu hanya Allah, saya hanya melakukan terapi saja. biasanya 3 atau 4 kali terapi sudah sembuh. Alhamdulillah, banyak pasien yang sembuh,” imbuhnya.
Meski demikian, ia menyadari bahwa metode terapi alternatif seringkali menimbulkan perbedaan pandangan di masyarakat, terutama jika dibandingkan dengan pengobatan medis konvensional. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa terapi yang dijalankannya lebih bersifat membantu dan melengkapi, bukan menggantikan perawatan medis. “Bagi masyarakat yang ingin terapi di tempat saya, silahkan hubungi nomor WA saya terlebih dahulu di 081326370757. Biasanya semua pasien saya selalu menghubungi saya terlebih dahulu, ini untuk mencegah agar pasien tidak terlalu lama menunggu karena antre,” pungkasnya.
Namun yang juga perlu diingat adalah, pengobatan alternatif bukanlah satu-satunya. Pengobatan alternatif seperti biomekanik tubuh dapat menjadi pilihan pendukung, namun tidak boleh mengabaikan diagnosis dan penanganan medis yang telah teruji secara ilmiah di dunia kedokteran, terutama untuk penyakit serius.
Dengan semakin berkembangnya berbagai metode terapi di masyarakat, edukasi menjadi hal penting agar masyarakat dapat memahami manfaat, batasan, serta risiko dari setiap jenis pengobatan yang dipilih.
Di tengah kebutuhan akan layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses, terapi alternatif seperti biomekanik tubuh menjadi salah satu opsi yang diminati seperti yang dilakukan Tabib Syaiful Mulia ini. Namun, keseimbangan antara pengobatan alternatif dan medis modern tetap menjadi kunci dalam menjaga kesehatan secara optimal.
Penulis : Alfian Tamzil
