Balikpapan – Sebanyak 204 prajurit Satuan Tugas (Satgas) Yonzipur 17/Ananta Dharma kembali ke markas Kodam VI/Mulawarman usai menuntaskan misi kemanusiaan penanganan pascabencana di Aceh. Kedatangan para prajurit disambut secara resmi dan penuh khidmat di Pelabuhan Semayang, Rabu (18/03/2026).
Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi penyambutan. Para prajurit yang telah menjalankan tugas selama kurang lebih dua bulan itu kembali dengan membawa keberhasilan dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana.
Upacara penyambutan dipimpin oleh Kasdam VI/Mulawarman, Andy Setyawan, yang hadir mewakili Pangdam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Kodam VI/Mulawarman, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Balikpapan.
Dalam amanatnya, Kasdam menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan pengabdian para prajurit. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Satgas merupakan bukti nyata profesionalisme prajurit Zeni TNI AD dalam menjalankan tugas kemanusiaan. “Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi tinggi prajurit dalam membantu percepatan pemulihan wilayah serta meringankan beban masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.

Selama bertugas di bawah komando Danyonzipur 17/AD, Aremal Pasju, Satgas berhasil menuntaskan seluruh target pekerjaan dengan capaian 100 persen. Berbagai program pemulihan infrastruktur berhasil diselesaikan secara optimal.
Adapun capaian utama yang diraih meliputi, Pemulihan Fasilitas Umum dan Ibadah
Satgas melakukan renovasi total terhadap sejumlah fasilitas penting seperti masjid, sekolah, meunasah, pesantren, hingga kantor desa. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi pelayanan sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat.
Prajurit Zeni juga melakukan normalisasi jalan dan saluran air di titik-titik rawan, membersihkan akses wilayah yang terdampak tanah longsor, serta membangun jembatan Bailey dan jembatan gantung. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung vital antarwilayah yang sebelumnya terisolasi.
Selain itu, Satgas turut menyiapkan lokasi hunian sementara (huntara) dan membersihkan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap), sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kehidupan warga.

Setibanya di satuan, seluruh personel diinstruksikan untuk segera melaksanakan konsolidasi internal, guna menata kembali organisasi setelah penugasan lapangan. Selain itu, pengecekan materiil juga menjadi prioritas, termasuk inventarisasi dan pemeliharaan alat berat serta perlengkapan teknis agar tetap siap digunakan dalam tugas berikutnya.
Kepulangan Satgas Yonzipur 17/AD ini menjadi cerminan nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mengusung semangat “TNI AD Manunggal dengan Rakyat”. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana, menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berperan dalam pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan.
Sumber: Pendam VI/Mulawarman

