BALIKPAPAN—Anak Pensiunan Pertamina Balikpapan (APPB) resmi membentuk kepengurusan sebagai wadah mempererat persaudaraan, menjalin silaturahmi, dan mengembangkan kegiatan sosial bagi anak-anak pensiunan Pertamina Balikppan lintas generasi. Pembentukan APPB berawal dari pertemuan sejumlah anak pensiunan Pertamina di sebuah kafe di kawasan Kampung Timur, Balikpapan, Minggu sore (4/9/2026).
Organisasi ini dibentuk sebagai wadah kekeluargaan yang tidak memiliki keterkaitan dengan politik, melainkan berfokus pada kegiatan sosial, kekeluargaan dan kemasyarakatan.

APPB telah memiliki akta pendirian yang dibuat di hadapan Notaris Yuni Astuti, S.H., pada 27 Agustus 2026. Dengan terbentuknya organisasi ini, APPB mulai menata kelembagaan dan menjalankan berbagai program untuk anggotanya.
APPB mengusung visi “Terwujudnya Perkumpulan Anak Pensiunan Pertamina yang Solid, Mandiri, Profesional, Berintegritas, dan Berdayaguna, dalam Mempererat Persaudaraan, Mengembangkan Potensi Anggota, serta Memberikan Manfaat bagi Keluarga, Masyarakat, dan Bangsa.”.
Adapun susunan pengurus APPB terdiri atas Sofian sebagai ketua, Muhammad Asran sebagai wakil ketua, A. Hidayat sebagai sekretaris, dan Indriyani sebagai bendahara.
Sementara itu, Dewan Penasihat dijabat Suwandi, Suprapto, dan Emma Alatas. Bidang Humas dan Keanggotaan dipercayakan kepada Dwi Suci dan Junaidi. Bidang Advokasi dan Pemerintahan kepada Eko. Bidang Sosial dan Kegiatan kepada S. Mursidah dan Momon. Serta Bidang Seni dan Budaya adalah Rini dan Sumarsono.

Ketua APPB, Sofian, mengatakan organisasi ini dibentuk untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan antar anak pensiunan Pertamina. Selain itu, APPB diharapkan mampu meningkatkan kapasitas anggota dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kewirausahaan, dan kemasyarakatan. “Melalui APPB, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus mendorong kemandirian dan kesejahteraan anggota beserta keluarganya. Kami juga ingin menghadirkan kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sofian.
Ia menambahkan, APPB terbuka bagi anak-anak pensiunan karyawan Pertamina dari berbagai generasi, mulai dari era BPM, Permina, hingga Pertamina.

Keberagaman lintas generasi tersebut menjadi salah satu kekuatan organisasi APPB ini. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang usia, termasuk mereka yang lulus SMA pada era 1980-an hingga generasi yang lebih muda.
Ke depan, Sofian berharap jumlah anggota APPB terus bertambah sehingga jangkauan silaturahmi semakin luas dan kegiatan sosial yang dijalankan semakin beragam. “Kami terbuka bagi anak-anak pensiunan Pertamina lintas generasi. Siapa pun yang memiliki latar belakang keluarga sebagai anak karyawan Pertamina, silakan bergabung. Mari bersama-sama membangun persaudaraan dan melakukan kegiatan yang bermanfaat,” pungkasnya.
Penulis : Alfian Tamzil

