Oleh: Syarif Syamsul Dalam ruang demokrasi yang sehat, kritik seharusnya dipandang sebagai vitamin bagi kekuasaan. Ia berfungsi mengoreksi arah, mengingatkan kekeliruan, sekaligus menjadi alarm ketika pemimpin mulai menjauh dari kepentingan publik. Namun, dalam praktik politik belakangan ini, kritik justru kerap dipersepsikan sebagai serangan pribadi atau bahkan kebencian politik. Lebih ironis lagi, kritik dianggap tidak sah […]
