BALIKPAPAN—Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Fakultas Vokasi Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan menggelar upacara bendera dan pagelaran K3 di halaman Kampus Uniba, Selasa (20/01/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur (Yapenti DWK) Dr. H. Rendi Susiswo Ismail, SE., SH., MH., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. Isradi Zainal, Wakil Rektor I, Ir. Manase, M.Eng., Dekan Fakultas Vokasi dr. Iwan Zulfikar, M.Si., Wakil Dekan Fakultas Vokasi Lina Yuliana, S.Kep., M.K.K.K., para dosen K3, mahasiswa Prodi K3, perwakilan dunia usaha dan industri, serta perwakilan guru dan siswa dari sejumlah SMA/SMK di Kota Balikpapan.

Upacara bendera diawali dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh mahasiswa Prodi K3, dilanjutkan pembacaan teks Pancasila yang dibacaka oleh inspektur upacara dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kegiatan berlangsung khidmat sebagai bentuk komitmen bersama terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.


Dalam amanatnya, Dr. H. Rendi Susiswo Ismail menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional memiliki makna strategis dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja dalam setiap aktivitas. Menurutnya, K3 tidak hanya sebatas aturan, tetapi harus menjadi budaya hidup sehari-hari. “Keselamatan dan kesehatan kerja harus dibumikan agar menjadi tradisi dalam kehidupan kita. K3 merupakan fondasi profesionalitas di dunia kerja dan menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tuntutan dunia usaha dan dunia industri ke depan semakin besar, sehingga penerapan prinsip-prinsip K3 menjadi kewajiban yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, mahasiswa Prodi K3 memiliki peran strategis sebagai calon tenaga profesional yang akan memastikan setiap proses kerja berjalan aman, sehat, dan berkelanjutan.

Dr. H. Rendi juga menekankan pentingnya integritas, khususnya kejujuran, bagi para mahasiswa dan alumni K3. Menurutnya, integritas merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan dan keselamatan di lingkungan kerja. “Ahli K3 memegang amanah besar. Karena itu, kejujuran dan kedisiplinan harus menjadi nilai yang dijaga dan ditradisikan. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menjadikan keselamatan dan disiplin sebagai kebutuhan,” tegasnya.

Apabia kedisiplinan menjadi sesuatu yang diabaikan, maka bangsa ini seperti ini adanya, kendati sudah 80 tahun Merdeka , bangsa-bangsa yang lain relatif merdekanya belum sampai 80 tahun sudah sangat maju luar biasa.

Seperti Korea, mereka merdeka lebih dahulu dari Indonesia. Begitu pula RRC, yang baru merdeka di tahun 1949. Kemudian Vietnam baru merdeka, menjadi sebuah bangsa yang bisa menyatukan antara selatan dan utara, padahal mereka baru merdeka di tahun 1960. Dan sebagaimana dilihat bersama, bahwa mereka memiliki kemajuan sangat dahsyat dan luar biasa jika dibandingkan dengan bangsa Indonesia.

Begitu pula dengan produk-produk K3, bahwa bangsa ini masih menggantungkan diri dengan bangsa-bangsa yang tadi yang belum 80 tahun merdeka. Bangsa-bangsa yang belum 80 tahun merdeka itu sudah mampu menegakan disiplin yang sangat luar biasa. Bahkan banyak produk-produk K3 yang dibuat oleh negara-negara yang merdekanya masih di bawah kemerdekaan Indonesia. “Namun justru bangsa kita, soal kedisiplinan menjadi sesuatu yang seolah-olah bukan menjadi kebutuhan, padahal itu salah satu kunci suatu kemajuan bangsa,” pungkasnya.






Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene sebagai simbol dimulainya Bulan K3 Nasional, dilanjutkan pemotongan tumpeng dan potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada dr. Iwan Zulfikar. Selanjutnya pengguntingan pita oleh Dr. H. Rendi. Setelah itu Dr. H. Rendi menyempatkan diri menyapa dan berjabat tangan satu persatu dengan para peserta upacara, termasuk mahasiswa serta perwakilan siswa SMA/SMK yang ada di Balikpapan.





Rangkaian acara semakin semarak dengan peragaan busana alat pelindung diri (APD) yang biasa digunakan di dunia industri, simulasi penanggulangan kebakaran oleh mahasiswa Prodi K3, serta kunjungan ke stan-stan edukasi K3. Stan yang ditampilkan meliputi stan Keselamatan Darurat, stan Keselamatan Tambang, stan Keselamatan Alat Angkut, stan Keselamatan Konstruksi, stan Keselamatan Lepas Pantai, stan Keselamatan Listrik, stan Keselamatan Kilang, dan stan Keselamatan Lingkungan.











Melalui kegiatan ini, Fakultas Vokasi Prodi D-IV K3 Uniba berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bagian dari budaya kerja dan kehidupan sehari-hari.

Penulis : Alfian Tamzil
