News Tokoh Umum

Atas Dasar Aspirasi Sejumlah Tokoh Masyarakat, Sa’bani Mantap Maju Sebagai Calon Walikota Balikpapan

BALIKPAPAN—Penetapan bakal calon pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan tinggal beberapa bulan lagi. Dan nama Muhammad Sa’bani kian santer diperbincangkan di berabagai lapisan masyarakat Balikpapan. Bahkan—Sa’bani—sapaan akrabnya, sudah didukung oleh sejumlah tokoh masyarakat Balikpapan. Hal ini seperti diutarakan Sa’bani, saat ditemui media ini di kediamannya, Sabtu (15/6/2024)

Awalnya Sa’bani tidak tertarik untuk menjadi  Wali Kota Balikpapan. Sa’bani mengatakan, sudah ada beberapa tokoh masyarakat yang telah menjumpainya.  Ada dari kalangan politisi, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh tokoh besar yang ada di Balikpapan. “Iya,jauh hari sebelumnya bahkan sebelum saya pensiun dan sejak pensiun sampai dengan  sebelum Pemilihan Presiden yang lalu, silih berganti  beberapa tokoh dari kalangan masyarakat, politisi , keagamaan dan lainnya ber silaturahim menyampaikan aspirasi sebagian masayarakat dan  mendorong serta meminta saya agar maju pada kontestasi Pilkada kota Balikpapan tahun ini, namun saat itu saya belum tertarik,” ujar Sa’bani.

Pada bulan Ramadan yang lalu, seorang pejabat daerah, bersama 2 ketua partai politik menyambanginya, agar Sa’bani bersedia untuk diusung pada pilkada Balikpapan tahun ini menjadi  Wali Kota Balikpapan. Nah tiga orang penting itulah yang memotivasi Sa’bani selain dari aspirasi dari berbagai kalangan agar turut serta pada konstestasi Pilkada di kota Balikpapan. “Itulah awalnya. Sehingga saya sudah mendaftar ke 3 partai politik,” ujar Sa’bani tanpa menyebutkan partai politik mana yang mengusung dirinya untuk maju menjadi wali kota.

Lebih lanjut Sa’bani menyampaikan  “Aspirasi-asprasi itulah yang   menggugah hati saya. Kemudian akhirnya saya mendaftar ke partai politik dan Insyaallah siap berkompetisi dalam Pilkada kali ini,” imbuhnya.

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur itu juga menyampaikan, bahwa dirinya bersedia maju untuk menjadi walikota membawa inspirasi menjadikan Balikpapan terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, dari aspirasi yang berkembang ada komplain masyarakat Balikpapan terkait pelayanan air bersih, transportasi dan lalu lintas,  kesehatan, pendidikan, pengendalian banjir dan tata air yang dirasakan masih  kurang memadai “Nah ini mesti diprioritaskan, supaya masyarakat dapat menikmatinya dengan nyaman, paling tidak masyarakat Balikpapan itu tenang,” imbuhnya.

Menyinggung soal banjir di Balikpapan, Sa’bani mengatakan, bahwa sifat air itu dari hulu ke hilir dan berasal dari daerah tinggi ke daerah rendah. Jika di daerah rendah ini ada pemukiman, apa solusinya supaya air itu bisa lewat atau ditampung. Hal ini guna menghindari genangan. Menurutnya, harus ada  yang indenfikasi yang cermat dan akurat terhadap kawasan2 yang sering tergenang, Kemudian memastikan bottle neck di mana saja yang menghambat itu. “Itu harus diindetifikasi dengan baik. Hulu ke hilirnya harus clear. Di mana di tengahkah yang ada sumbatan, yang perlu bisa ditampung. Seperti itu, untuk mengurangi genangan,” ujar alumni Pasca Sarjana (S2) Rural And Regional Development Planning tersebut.

Lebih lanjut Sa’bani menyampaikan,  genangan air harus ditata dan dikendalikan terutama di saat hujan turun lebat. Karena sekarang sudah banyak  tumbuh pemukiman. Yang tadinya daerah itu aman, karena merasa tidak apa, tiba-tiba menjadi genangan karena rendah. Karena air itu sifatnya dari tinggi ke rendah. Tinggal bagaimana nantinya apakah mengalirkannya atau ditampung terlebih dahulu. “Prinsipnya bagaimana kita bisa mengendalikan air dengan sebaik-baiknya. Mengurangi genangannya sehingga air itu bisa mengalir dengan baik,” kata Sa’bani.

Untuk itu, Sa’bani menyampaikan, bagaimana Pemkot bisa mengendalikannya, supaya bisa mengalir dengan baik. Kalau kemudian air itu tidak mengalir, ke mana air itu diarahkan agar dapat berdiam sementara. Karena semakin banyak pemukiman maka semakin berkurang daerah tangkapan air. “Tapi kita perlu buatkan konsep penanganan. Ibaratnya air itu berdiam di mana dulu sebelum dia dialirkan lagi. Seperti itulah konsep air,” ujar Sa’bani.

Sa’bani kembali mengatakan, dalam misinya itu maka diperlukan peningkatan kapasitas tata air serta pengendalian banjir. Dan ini harus dilakukan, sebab, di mana-mana kota di Indonesia, semakin lama daya tampung terhadap air itu sudah tidak bisa lagi. “Kita harus menghitung debit berapa? Di mana harus ditampung dan di mana di alirkan. Dan memang perlu terobosan dengan pembiyaan. Itu penting supaya masyarakat itu lebih tenang beraktifitas. Bahkan lebih penting jika dibandingkan dengan kita membangun kantor pemerintah misalnya. Jadi tata air dan pengendalian banjir ini sebuah keharusan.  Nah, konsepnya nanti kita jelaskan secara detail, kalau sekarang jangan lah,” ujar Sa’bani seraya tersenyum.

Selain menyinggung soal banjir, Sa’bani juga menyebut tentang sektor pendidikan. Di mana di setiap tahun ajaran baru, para orang tua turut disibukkan anaknya mau sekolah di mana, khususnya SMP. Menurut Sa’bani, ini adalah masalah daya tampung. Untuk itu harus dihitung dengan baik-baik.  Untuk itu, jika perlu harus dihitung perkecamatan dan perkelurahan. “Berapa sih lulusan SD itu? Dan berapa daya tampung yang dibutuhkan untuk menampung mereka di setiap kelurahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, agar jangan ada lagidikotomi antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. Sebab menurutnya, masalahnya itukan dikotomi swasta dengan negeri. Sebab swasta berbayar dan cenderung mahal. Sementara sekolah negeri gratis. Untuk itu Sa’bani berharap. “Pemkot back up lah sekolah swasta dengan cara pemberian bantuan dari pemerintah kota. Supaya masyarakat yang ingin sekolah itu tidak lagi membayar mahal di sekolah swasta, namun pemerintah kota juga harus ikut campur di dalamnya,” papar Sa’bani.

Lebih lanjut Sa’bani menyampaikan, berapa biaya permurid itu untuk sekolah. Standarnya apa? Standar internasionalkah. Standar provinsikah atau bahkan standar lokal kah? Maka perlu dihitung berapa unit costnya per siswa sehingga bisa mengurangi dikotomi antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Kalau melihat kondisi yang ada ini, orang tidak mau sekolah di swasta yang baik itu lantaran mahal. Atau sekolah swasta yang sedang-sedang saja, kualitasnya meragukan, dan berbayar. “Untuk itu pemerintah kota lah yang turun tangan supaya akses pendidikan itu bisa dijangkau oleh semua orang, khususnya sekolah swasta. Karena pendidikan itu adalah tanggungjawab pemerintah. Dan sekolah swasta agar benar-benar memanfaatkan dana itu tepat sasaran dan tidak dimain-mainkan dana dari pemerintah tersebut,” imbuhnya.

Selain penanganan banjir dan pendidikan, Sa’bani juga menyinggung tentang kesehatan. Bahwa kesehatan adalah tanggungjawab pemerintah. Untuk itu jangkauan pelayanannya harus diclearkan. Menurutnya, pemerintah kota itu harus jemput bola untuk kesehatan ini. Jangan menunggu masyarakat sakit, antri ketika berobat. “Kalau perlu kita siapkan yang bisa on call melalui hand phone. Seperti itu. Dan pemerintah yang membiayai,” ujarnya.

Begitu pula dengan warga miskin, menurutnya sudah dicover dan dananya setiap tahun ada. Namun demikian, Sa’bani akan meningkatkan ukuran tertentunya.

Menurutnya, struktur pemerintah itu berjenjang. Begitu pula kewenanganpun berjenjang. Mulai dari peperintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kota dan kabupaten. Menurutnya ini bisa bersinergi. Walaupun itu kewenangan pemerintah kota, namun kemampuan kurang, maka diharapkan pemerintah kota bisa meminta ke pemerintah provinsi untuk bersinergi membiayai. “Kan ada anggota DPRD Kaltim Dapil Balikpapan yang duduk di DPRD Provinsi Kaltim, yang bisa mengalokasi anggaran untuk masyarakat Balikpapan. Kan seperti pendanaannya. Tentu kalau kita menghitung dana Pemkot sendiri, mungkin tidak sebegitu cukup. Tapi dana itu kalau efisien penggunannya, tidak main potong sana sini, korupsi sana sini, kita bisa meningkatkan kapasitas pembiayaan yang ada di daerah,” paparnya.

Diujung pembicaraannya, Sa’bani mengaku Insyaallah mampu untuk menjadi Wali Kota Balikpapan. Menurutnya ini bukan siap atau tidak siap. “Bukan soal siap atau tidak siap. Tetapi Insya Allah saya mampu. Kalau ditanya siap, semua orang ketika ditanya pasti siap. Tapi mampu tidak?  Kan berbeda antara siap dan mampu. Dan Insya Allah saya mampu menjadi Walikota Balikpapan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *