News Tokoh

Rendi, Putra Asli Penajam Digadang Maju Sebagai Calon Bupati PPU

BALIKPAPAN—Memasuki Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 27 November 2024 mendatang, Dr. H. Rendi Susiswo Ismail SE. SH. MH., mengaku siap untuk maju sebagai bakal calon Bupati Penajam Paser Utara. Hal ini disampaikannya saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (6/6/2024).

Dr. H. Rendi Susiswo Ismail menyampaikan, bahwa Ia lahir dan besar di Penajam. Sebagai putra daerah sudah saatnya untuk mengabdikan diri untuk mensejahterakan rakyat tempat Ia dilahirkan. Rendi—sapaan akrabnya—mengatakan, bahwa ia maju melalui partai politik. Rendi sudah mendaftar di 5 partai politik secara resmi. Ke 5 partai politik itu adalah Partai Gerindra, PDIP, PKS, PAN, PBB dan Partai Hanura. “Saya sudah mendaftar dan sudah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku di masing-masing partai politik,” ujarnya.

Rendi mengaku bahwa dirinya bukanlah orang partai politik, namun mendapatkan kepercayaan oleh partai politik sehingga diusung menjadi bakal calon Bupati Kabupaten PPU. Belum lagi dukungan dari tokoh masyarakat PPU dan berbagai lapisan masyarakat PPU yang datang padanya untuk memberikan dukungan.

Partai-partai politik ini akan berkoalisi diharapkan bisa mengusung Rendi. Karena di PPU tidak ada partai politik yang perolehan suaranya bisa mengusung sendiri. Makanya harus ada koalisi. Berdasarkan hasil Pemilu 2024 di PPU, partai-partai politik yang berhasil lolos adalah Partai Gerindra memperoleh 4 kursi. PDIP memperoleh 3 kursi. PKS memperoleh 3 kursi. PAN memperoleh 1 kursi. Partai Hanura 1 kursi dan PBB 1 kursi. “Mudah-mudahan secara strategis itu nanti banyak yang kemudian bergabung,” ujar mantan Ketua KNPI Kota Balikpapan tersebut.

Menurutnya, seorang kepala daerah ketika mengambil berbagai macam keputusan dan regulasi mesti memiliki kekuatan politik yang signifikan. Maka dari itu, Rendi mengambil jalan koalisi agar dapat memenuhi persyaratan dukungan dari partai-partai politik yang ada di PPU.

Ketika disinggung akan berpasangan dengan siapa, Rendi mengatakan hal itu masih dinamis. Karena masing-masing partai politik mempunyai dasar pertimbangan dan perhitungan. “Tapi nanti kita diskusikan, siapa yang sudah secara pasti merekomendasikan saya sebagai calon bupati. Kita akan diskusikan dari calon-calon yang mereka sampaikan kepada saya,” ujarnya.

Lebih lanjut Rendi menyampaikan, bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya tentu memiliki elektabilitas yang bagus. Menurutnya elektabilitas adalah pencerminan kepercayaan masyarakat kepada yang bersangkutan. “Begitu juga saya, sepanjang bisa memenangkan kontestasi itu. Maka akan kita diskusikan. Karena masing-masing partai politik memiliki calon,” ujar mantan Ketua Kadin Kota Balikpapan tersebut.

Rendi juga mengatakan, bahwa dirinya sudah melakukan “test ombak” saat Pemilihan Calon Anggota DPD RI yang lalu. Dan Ia sudah bisa mengukur, agar dapat memenangkan kontestasi Bupati dan Wakil Bupati PPU mendatang. “Survey sekarang sudah berlangsung. Kita lihat saja nanti,” imbuhnya.

Pria kelahiran Giri Mukti, Kecamatan Penajam 17 Agustus 1963 itu mengaku, dirinya mantap maju sebagai Bakal Calon Bupati Penajam Paser Utara tak lain adalah dedikasi dan pengabdian. “Kan bukan cari uang saya. Kalau cari uang sekarang ini, Alhamdulillah saat ini, saya sudah lebih dari cukup yang diberikan Allah Subhana Wa Ta’ala,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur Universitas Balikpapan tersebut.

Rendi mengenang, dirinyalah terlibat langsung ketika awal menginisiasi Penajam menjadi Kabupaten. Saat itu Rendi bersama Hari Mudin Rasid. Ari Arif dan beberapa tokoh lainnya mendiskusikan siapa yang pantas menjadi Pj Bupati Kabupaten PPU. “Itu terjadi di kantor saya selaku Ketua Kadin Kota Balikpapan untuk mendiskusikan masa depan Penajam saat itu. Sampai pada tingkat mendiskusikan siapa Pejabat Bupati Penajam Paser Utara dan kemudian menjadi defenitif itu. Nah itu berlangsung di ruang saya, di kantor Kadin Kota Balikpapan,” kenangnya.

Lebih lanjut Rendi mengenang, saat itu muncul 2 nama, yaitu Irianto Lambri dan Yusran Asfar. Dua orang ini basiknya perencanaan Pembangunan dan dua-duanya di Bappeda. Yusran Bappeda Kabupaten Paser dan Irianto Lambri Sekretaris Bappeda Provinsi Kaltim waktu itu. “Itu yang kemudian kita gadang-gadang menjadi PJ. Dan kami sepakat mendorong Pak Yusran untuk menjadi Pj Bupati Kabupaten PPU kala itu. Dan pertemuan serta pembahasan ini berlangsung di ruangan saya, saat saya masih menjabat Ketua KADIN Kota Balikpapan waktu itu,” paparnya.

Berkaitan jargon yang digunakan pada Pilkada PPU tahun ini, Rendi memiliki Visi “Membangun PPU Menuju PPU Hebat”. Kata Hebat ini memiliki arti, yaitu H yang artinya Harmonis, E adalah Edukasi, B adalah Bersih. A adalah Aman dan T adalah Terdepan.

Menurutnya Harmonis ini sangat penting yang berkaitan dengan berbagai macam kebijakan, maka harus membangun sinergitas dan kolaboratif. Sehingga tercipta hubungan antar semua lembaga pemerintahan pada tingkat kabupten. Agar ke depan bisa melaksanakan seluruh kebijakan dengan baik.

Sementara Edukasi atau Edukatif, ini berkaitan dengan komitmen untuk menempatkan prioritas pendidikan. Dengan harapan agar dapat meningkatkan SDM seluruh warga PPU dengan tidak mengesampingkan prioritas-prioritas pembangunan lainnya. Karena bagi Rendi, pendidikan itu nomor 1 sehingga wajib mendapatkan perhatian. Seperti penyediaan infrastruktur yang refresentatif sebagai tempat untuk mendidik, baik sekolah-sekolah negeri maupun sekolah swasta. Untuk itu mesti diberikan fasilitas yang memadai dan cukup. Sehingga anak-anak PPU mendapatkan proses pembelajaran dan pendidikan yang terbaik. Bahkan Rendi berkeinginan bagaimana mendorong sekolah-sekolah yang ada di PPU, mulai pendidikan dasar dan menengah berstandar nasional dan internasional. Begitu pula dengan kehadirian perguruan tinggi, Rendi berkeinginan, bahwa Kabupaten PPU juga memiliki perguruan tinggi berstandar nasional maupun internasional.  

Kemudian jargon huruf B, yaitu Bersih. Menurutnya, pemerintahan Kabupaten PPU harus bersih, good government dan good governance.

Kemudian jargon hurup A adalah Aman. Bahwa kondusifitas di sebuah daerah tidak kalah penting untuk menjadi prioritas. Agar seluruh proses pelaksanaan kegiatan pembanguan dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara itu harus terjalin rasa aman. “Kondusifitas daerah menjadi faktor yang juga sangat berpengaruh terhadap hadirnya berbagai macam investasi yang bisa kita undang ke penajam. Agar para investor yang kita undang itu dapat berinventasi karena sudah terciptanya rasa aman di PPU,” ujar Rendi lagi.

Dan yang jargon yang terakhir ada huruf T yang artinya Terdepan. Menurutnya ini berkaitan dengan ditetapkannya IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara. Untuk itu Kabupaten PPU harus terdepan. Dan di Kabupaten PPU harus membuka pintu bagi para investor untuk berinvestasi di Kabupaten PPU. “Semuanya sudah kita tuangkan dalam rencana dan strategi, paling tidak untuk lima tahun ke depan. Baik jangka pendek, menengah mapupun jangka panjang,” pungkasnya.

Biografi Dr. H. Rendi Susiswo Ismail SE. SH. MH.

PENDIDIKAN

  1. SD Negeri 32 Petung, Penajam Paser Utara
  2. SMP PGRI Petung, Penajam Paser Utara
  3. SPK Rumah Sakit Umum Balikpapan
  4. SMA Muhammadiyah Balikpapan
  5. S-1 Manajemen Keuangan STIE Balikpapan / STIE Kosgoro
  6. S-1 Ilmu Hukum – FH Universitas Abdurahman Saleh
  7. S-2 Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya, Malang
  8. S-3 Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Brawijaya, Malang

PENGALAMAN KERJA

  1. Dosen Luar Biasa STIE Balikpapan
  2. Dosen Luar Biasa ASMI Airlangga Balikpapan
  3. Tenaga Pengajar LP3 I Balikpapan
  4. Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Balikpapan
  5. Direktur Program Pascasarjana Universitas Balikpapan
  6. Rektor Universitas Balikpapan
  7. Ketua KPU Kota Balikpapan
  8. Komisaris Utama PT. Rendi Insan Cita
  9. Komisaris PT. Putra Dayak Membangun
  10. Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur Universitas Balikpapan

PENGALAMAN ORGANISASI

I. ORMAS (Organisasi Masyarakat / Dunia Usaha)

  • Mantan Ketua Senat Mahasiswa STIE BALIKPAPAN
  • Sekretaris Umum PD IPM Ikatan Pelajar Muhammadiyah} Balikpapan Paser
  • Sekretaris PD Muhammadiyah Balikpapan – Paser
  • Mantan Ketua DPD KNPI Kota Balikpapan ( dua periode)
  • Mantan Ketua Majelis Pemuda Indonesia/ KNPI Kota Balikpapan ( dua periode)
  • Mantan Sekretaris ICMI Kota Balikpapan
  • Mantan Sekretaris BPC GAPENSI Kota Balikpapan
  • Mantan Ketua ASPEKINDO Prov. Kalimantan Timur
  • Mantan Ketua KADIN Kota Balikpapan
  • Mantan Komisioner/ Ketua KPU Kota Balikpapan
  • Mantan Wakil Ketua Ittihadul Mubhalighin Kota Balikpapan
  • Mantan Pengurus MUI Balikpapan
  • Kordinator Presidium MD KAHMI Balikpapan
  • Ketua Pengcab IPSI Kota Balikpapan (tiga periode)
  • Ketua PDK KOSGORO Kalimantan Timur
  • Ketua Umum PW. Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia/ABP-PTSI Propinsi Kalimantan Timur

II. ORSOSPOL ( Organisasi Sosial Politik )

  1. Mantan Sekretaris BAPEKADA DPD GOLKAR Kotamadya Balikpapan (sebelumreformasi)
  2. Mantan Sekretaris BAPPILU GOLKAR (sebelum reformasi)
  3. Mantan Wakil Ketua DPD GOLKAR Kotamadya Balikpapan  sebelum reformasi)
  4. Mantan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Balikpapan

III. Lembaga Swadaya Masyarakat / Amal Usaha Sosial :

  1. Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma WirawanKalimantan Timur- Universitas Balikpapan
  2. Direktur Rendi Institute
  3. Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Al Mukaromah Bumi Nata, PondokPesantren Modern Al Munawwarah Balikpapan

PENGALAMAN ORGANISASI

IV. Pengalaman DIKLAT/Seminar/ Lokakarya / Diskusi Panel :

  1. Basic Trainning (LDK) HMI
  2. Intermediate Trainning HMI
  3. Kursus Idiopolitor HMI
  4. TOT / Coaching Instruktur HMI
  5. Penataran P4 120 Jam
  6. Penataran orientasi Kewaspadaan Nasional
  7. Penataran BINSOSPOLDAPeserta Kajian pendalaman Pokok-pokok Pikiran Golkartentang GBHN tahun1993
  8. Peserta Kajian Pendalaman pokok-pokok pikiran Golkartentang GBHN 1998,tahun 1996 ( GBHN 1998 tidaklagi menjadi ketetapan MPR-RI, seiring dengankrisismultidimensi dan Gerakan reformasi tahun 1998)
  9. Penataran Orientasi tentang Doktrin Pertahanan dan Keamanan NegaraSeminar tentang Persepektif Lembaga Hukum, posisi dan Peran Aparatur, saranadan prasarana Hukum
  10. Seminar tentang Optimalisasi Pembanguan Kalimantan di PalangkarayaSeminar tentang Pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia di eraGlobalisasi
  11. Seminar Tentang Reaktualisasi TNI terhadap Negara Kesatuan RI
  12. Seminar tentang Perkuatan Struktur Ekonomi Kawasan Indonesia Timur

V. PENGALAMAN KERJA SOSIAL :

  1. Ketua Panpel Kemah Karya Pemuda KNPI Kaltim
  2. Ketua umum KIRAB REMAJA NASIONAL BALIKPAPAN
  3. Ketua Umum Karya Bakti Sosial pemuda Indonesia

VI. PENGHARGAAN :

  1. Penganugerahan Gelar Kebangsawanan Keraton Surakarta Hadiningrat olehPendjenengan Ingkang Sinoewoen Soesoehoenan Pakoe Boewono Senopati IngNgalaga Sayidin Panatagama Ingkang Kaping XIII dengan Gelar KANJENGRADEN TUMENGGUNG (KRT)
  2. Penganugerahan WARGA PELOPOR BIDANG PENDIDIKAN oleh Walikota Balikpapan

Penulis : Alfian Tamzil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *