News

Petugas Pemilu yang Wafat Diberikan Santunan oleh KPU RI

BALIKPAPAN—Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) memberikan santunan kepada ahli waris yang wafat ketika bertugas saat penyelenggaraan tahapan Pemilu 2019 yang lalu.

Penyerahan santunan ini diberikan langsung oleh Komisioner KPU RI Viryan Azis dan disaksikan Ketua KPU Kaltim Rudiansyah, serta seluruh Komisioner KPU seKalimantan Timur dan Sekretaris KPU seKaltim, yang digelar di Aula Kantor KPU Kota Balikpapan, Jumat  (30/8).

KPU memberikan santunan kepada 13 ahli waris dari petugas PPK, PPS, KPPS dan petugas ketertiban TPS yang meninggal dunia saat tahapan Pemilu 2019 yang lalu. Para petugas yang meninggal itu ada yang sakit kemudian meninggal di saat proses penghitungan suara masih berlangsung.

Santunan ini diberikan KPU sebagai tanda jasa atas pengabdian para anggota penyelenggara Pemilu 2019 yang ada beberapa kabupaten kota yang ada di  Kalimantan Tiimur.

Dari 13 ahli waris yang seharusnya mendapat santunan hanya 7 orang ahli waris yang dapat hadir mewakili anggota keluarganya dalam penyerahan santunan sore itu. Ke 13 petugas pemilu yang meninggal dunia itu terdiri dari 4 orang dari Samarinda, 3 orang dari Kutai Kartanegara, 2 orang dari Bontang, 1 orang dari Kutai Barat,   1 orang dari Paser dan 2 orang dari Balikpapan.

Komisioner KPU RI Viryan Azis mengatakan, pemberian santunan merupakan komitmen dan tanggung jawab KPU RI kepada petugas Pemilu hingga ke level paling bawah diberikan atas persetujuan pemerintah dengan melalui proses dari verifikasi oleh KPU RI.

Sedang jumlah santunan yang diterima kepada ahli waris masing-masing sebesar Rp 36 juta dan santunan tersebut diberikan kepada petugas yang sempat dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal dunia.

“KPU RI baru memberikan santunan kepada petugas yang meninggal dunia. Sementara untuk yang sakit dan dirawat di rumah sakit  juga menerima dana santunan, tapi itu masih dalam proses. Dan teman teman yang dirawat itu juga harus melengkapi dokumen-dokumen. Seperti bukti biaya pengobatan selama dirawat di rumah sakit.  Nah, ketika semua dokumen persyaratan itu sudah selesai barulah akan diberikan santunan tersebut,” ujar Viryan di hadapan sejumlah awak media.

Aldi AG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *