Umum

Menjelang Pilkada, KPU Usulkan Anggaran ke Pemkot Balikpapan

BALIKPAPAN—Dalam rangka menjelang tahapan Pemilihan Waliklota dan Wakil Walikota Balikpapan KPU Kota Balikpapan melaksanakan Rapat Koordinasi Usulan Anggaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020 Kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang digelar di Ball Room Hotel Sagita Horison Gunung Malang Balikpapan, Selasa pagi (18/06/2019).

Acara  tersebut dihadiri  Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, seluruh komisioner KPU Kota Balikpapan, Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syabrani, Asisten I Sekdakot Balikpapan Syaiful Bachri, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Thohari Azis dan Ketua Bawaslu Kota Balikpapan Agustan. Serta hadir pula pejabat dari beberapa instansi terkait, seperti dari Kejaksaan Negeri Balikpapan, BPKP Provinsi Kaltim, Inspektorat Kota Balikpapan, Bappeda Kota Balikpapan, BPKAD Kota Balikpapan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan, Kesbangpol Kota Balikpapan, Kepala Bagian Pemerintahan Setdakot Balikpapan, Kepala Bagian Hukum Setdakot Balikpapan dan Kepala Humas dan Protokol Setdakot Balikpapan.

Rakor yang dimoderatori oleh Komisioner KPU Kota Balikpapan Syahrul Karim itu berlangsung lancar dan seluruh instansi terkait dalam Rakor tersebut memberikan apresiasi serta beberapa usulan terkait dengan usulan anggaran yang diajukan oleh KPU Kota Balikpapan.

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Drs Syabrani dalam paparannya, menyampaikan bahwa total usulan anggaran yang diajukan ke Pemkot Balikpapan mencapai 55 Miliard  Rupiah. Angka ini mengalami peningkatan dari Pilwali yang digelar pada tahun 2016 lalu yang mencapai sekitar 40an milliard rupiah. Kenaikan ini dinilai wajar. Sebab jumlah TPS pada Pilwali yang lalu hanya berjumlah 1.360 TPS. “Sekarang ini jumlah TPS di Balikpapan sudah mencapai 2.055 TPS. Kan yang dilihat itu jumlah TPS terakhir. TPS terakhir  itukankan saat Pemilu yang baru saja digelar. Maka otomatis anggaranpun turut mengalami peningkatan. Karena KPU akan membiayai honor petugas yang ada di TPS tersebut. Ini baru menyangkut TPS. Masih banyak lagi yang lain,” ujar Syabrani.

Syabrani juga menyampaikan pada usulan anggaran Pilwali ini, ada banyak kegiatan, diantaranya adalah sosialisasi, pembentukan PPK, PPS dan KPPS serta beberapa kegiatan lain yang tujuannya tak lain agar tingkat partisipasi Pilwali Kota Balikpapan mencapai target dan juga berjalan lancar hingga usainya Pilwali nanti.

Setelah menyampaikan paparan, Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha secara simbolis menyerahkan draft anggaran yang diajukan kepada Pemerintah Kota. Draft anggaran itu diserahkan kepada Asisten I Syaiful Bachari, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Thohari Azis, pejabat dari BPKP Provinsi Kaltim, Inspektorat Kota Balikpapan, Ketua Bawaslu Kota Balikpapan serta pejabat dari BPKAD.

Sementara itu Asisten I Setdakot Balikpapan Syaiful Bachri mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti anggaran yang diajukan tersebut. Menurutnya, anggaran yang diajukan KPU Kota Balikpapan tersebut menggunakan dana APBD. “Jadi APBD itu harus dibahas oleh TAPD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Sedangkan verifikasi dan usulan usulan yang disampaikan oleh KPU tadi itukan penggunaan APBD, ada standarisasi-standarisasi. Sampai nanti anggaran yang diusulkan itu melampaui standarisasi yang ditetapkan oleh APBD. Ini yang paling penting,” ujar Syaiful Bachri.

Beberapa minggu setelah acara ini digelar, Pemkot Balikpapan sempat melakukan pertemuan dengan KPU Kota Balikpapan. Di mana ada beberapa usulan dan pemangkasan serta evaluasi terkait dana yang diajukan oleh KPU Kota Balikpapan dalam rangka  pembiayaan Pemilihan Walikota da Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020 tersebut.  Pemkot Balikpapan dalam hal ini TAPD, BPKP dan Inspektorat melakukan sedikit evaluasi.

Dalam evaluasi itu, KPU Kota Balikpapan yang tadinya mengajukan anggaran sebesar Rp 55 Miliard. Berubah menjadi Rp 53.970.000.000,-. “Yah ini setelah dilakukannya evaluasi oleh TAPD dan review oleh BPKP. KPU Kota Balikpapan juga demikian, secara internal turut melakukan pencermatan dan rasionalisasi penggunaan anggaran. Hasilnya turun sedikit. Angkanya menjadi lima puluh tiga milliard lebih. Atau kurang tiga puluh juta lagi 54 miliard rupiah,” ujar Syabrani saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/08/2019).

Ia juga mengatakan, bahwa saat ini KPU Kota Balikpapan sudah bekerjasama dengan BPKP dan Kejaksaan Negeri Balikpapan dalam hal penggunaan anggaran. Menurut Syabrani, pihaknya sengaja melakukan hal ini agar ada keterbukaan dalam hal penggunaan anggaran. Dan ini sudah dituangkan dalam penandatanganan MoU antara KPU Kota Balikpapan dan Kejaksaan Negeri Balikpapan pada pertengahan bulan Juli lalu.

Setelah dilakukannya evaluasi oleh Pemkot Balikpapan, KPU Kota Balikpapan tinggal menunggu tanggapan dari DPRD Kota Balikpapan. Di mana nanti KPU Kota Balikpapan akan melakukan ekspos di hadapan sejumlah anggota DPRD bersama Pemkot Balikpapan. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kami di hadapan anggota DPRD akan melakukan ekspos terkait angaran ini. Kita tunggu saja dari DPRD. Yang jelas dalam waktu dekat ini. Sebab di bulan Oktober nanti sudah memasuki tahapan,” pungkas Syabrani.

Penulis : Alfandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *