BALIKPAPAN—Hidup adalah pilihan. Itu yang menjadi pegangan hidup bagi Samaudi Satta.  Berawal dari seorang prajurit TNI kemudian ia memilih pensiun dini sebagai anggota TNI setelah sukses menjadi seorang pengusaha bidang property.

Kepada media ini ia bercerita, awalnya saat merintis sebagai pengusaha property. Bermula dari yang kecil kecil. Bahkan ia bersama rekan rekannya turun langsung untuk ikut serta membuat pondasi saat ia kala itu mendapatkan pekerjaan awalnya. “Ya saya dan teman teman saya ikut juga. Sama sama jadi tukang jugalah. Turun ke bawah mengerjakan pondasi,” kenang Samaudi.

Seiring berjalannya waktu, Samaudi merambah ke proyek yang lebih besar, yaitu membangun rumah pribadi di beberapa tempat. Dan membangun rumah rumah di komplek perumahan. Kala itu ia hanya sebagai subkontraktor di sebuah perusahaan developer.

Samaudi awalnya adalah seorang prajurit TNI yang masuk dari jalur Tantama pada 18 tahun yang lalu. Tugas awalnya  saat itu di Denzipur Kodam VI Mulawarman. Di sanalah dia banyak belajar. Sebagai seorang prajurit TNI, ada satu hal yang wajib ia emban. Yaitu kedisiplinan. Selain itu pula, banyak pula ilmu yang didapatnya selama bertugas di Denzipur Dam VI Mulawarman hingga terakhir ia bertugas di Zidam VI Mulawarman.

“Saya ini dibesarkan di TNI. Guru saya itu TNI. Ilmu yang saya dapatpun juga dari TNI. Saya juga dididik di TNI untuk menjadi prajurit yang taat dan sangat disiplin kepada semua aturan. Bekal itulah yang mengantarkan saya hingga saya menjadi seperti sekarang ini,” ujar Samaudi saat ditemui media ini di kantornya  yang baru saja diresmikannya di kawasan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Minggu (26/08/2018).

Ketika dirinya sedang sibuk-sibuknya mendapatkan kepercayaan  untuk membangun beberapa perumahan di beberapa lokasi di Balikpapan. Ada masa masa bimbang kala itu. Ia tidak mau menjadi seorang TNI aktif yang memiliki bisnis di luar. Baginya kala itu, ia harus memilih dari dua pilihan yang menurutnya berat, yaitu tetap menjadi anggota TNI atau pensiun dini dan berkarir sebagai pengusaha.

“Saya bukan anak orang kaya. Kalau saya anak orang kayakan saya tinggal minta modal dari orang tua. Nah, saya saat itu hanya punya modal kepercayaan dan keberanian. Dan karena saya di militer dididik disiplin, akhirnya saya disiplin. Dengan modal  kedisiplinan itulah, banyak relasi dan kolega yang percaya pada saya. Modal kepercayaan itulah yang saya jaga sampai sekarang,” ujarnya.

Saat ini sudah banyak toko bangunan bahkan sebuah bank pun memberikan kepercayaan ketika ia membeli bangunan megah yang ia beli melalui kredit di salah satu bank di Balikpapan baru baru ini. Yang tentu saja nilainya tidaklah murah untuk ukuran sebuah Ruko berlantai 3 dengan desain bangunan modern.

Melihat pesatnya bisnis yang ia jalankan. Kala itu ia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang prajurit. Semua tugas dijalaninya dengan baik. Bahkan selama menjadi anggota TNI, tak pernah ada catatan merah pada dirinya. Namun belakangan, ia memiliki pemikiran jauh ke depan. Ia dengan berat hati dan mau tidak mau mundur sebagai anggota TNI.

Pengajuan pengunduran diri  Samaudi sebagai TNI cukup beralasan. Menurutnya, sebagai pengusaha bisa sejahtera. Namun menurutnya  bukan berarti menjadi anggota TNI tidak sejahtera. Baginya sama saja, menjadi anggota TNI juga bisa sejahtera. Namun dirinya tidak mau melanggar sumpah prajurit. Dia juga  tidak mau ingkar sebagai prajurit. Ia merasa khawatir, dikala dirinya menjalankan tugasnya sebagai prajurit, masih ada juga bisnis ia jalani. “Saya khawatir justru tugas saya sebagai prajurit bisa saja nanti ditinggalkan, mengingat bisnis saya juga berjalan di luar, yang kebetulan waktunya bersamaan jam kerjanya. Yaitu di jam jam kerja. Itulah yang menjadi pertimbangan saya untuk mengajukan pensiun dini,” ujar pria kelahiran Enrengkang, 14 Juli 1977 itu.

“Kan sama saja saya jadi fokus di dua tempat. Satu menjadi prajurit, satunya lagi menjadi pengusaha. jika saya sendiri memiliki bisnis di luar dan itupun juga sebenarnya dilarang seorang prajurit memiliki bisnis. Untuk itu dengan berat hati, setelah berunding dengan keluarga,  saya mengajukan pensiun dini. Dan Alhamdulillah, saat itu pengajuan pengunduran dirinya dikabulkan Pimpinan. Kala saya mengajukan pensiun dini itu pangkat saya adalah Kopral Satu dengan masa dinas hampir 18 tahun. Saya meninggalkan TNI itu tidak ada rasa sakit hati ataupun rasa apa apa. Dan ingat, sampai dengan saat ini  jiwa saya tetaplah TNI, hati saya juga TNI. Guru saya adalah TNI.  Kendati saya sudah bukan lagi sebagi anggota TNI,” ujarnya.

Setelah resmi pensiun dini sebagai Prajurit TNI pada tahun 2017 lalu, Samaudi terus mengembangkan bisnisnya. Yang dulunya dia hanya sebagai subkontraktor untuk membangun puluhan rumah di beberapa  developer di Balikpapan. Salah satunya adalah pembangunan proyek nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo yaitu pembangunan proyek sejuta rumah yang berada di kawasan Kilometer 11, Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan Utara.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan kepercayan lagi untuk membangun sekitar 66 unit rumah di kawasan itu dan kini rumah rumah itu sudah selesai terbangun. Belum lagi di kawasan Lamaru, saya juga membangun sekitar 20 unit rumah, dan 6 unit yang sudah selesai. Begitu pula di BDS ada 30 unit yang Alhamdulillah sudah selesai saya kerjakan. Selain itu di kilometer 13, perumahan Korpri ada lebih kurang 900 unit rumah yang bakal kami kerjakan, di atas lahan 20 hektar. Dan yang sudah terbangun saat ini ada 20 unit. Insya Allah semua yang saya rencanakan ini dapat terlaksana sesuai dengan rencana,” papar pria yang selalu berpenampilan sederhana ini.

Dalam perjalanan bisnisnya yang dirintis sejak tahun 2010 silam, awalnya ia memiliki perusahaan yang bernama CV Wira Utama. Perusahaan ini bergerak dalam bidang toko material yang menyuplai bahan bangunan ke beberapa proyek yang ada di Balikpapan. Kemudian ia mendirikan perusahaan baru yang dinamainya PT Khaira Jaya Abadi dan PT Khaira Jaya 99.  “Untuk PT Khaira Jaya Abadi kita jadikan sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor sekaligus developer. Sebenarnya bisa saja general kontraktor karena sudah lengkap izinnnya,” paparnya.

Dalam waktu dekat ini pula, Samaudi memiliki rencana untuk membuat perusahaan baru, yang dinamainya PT Yudha Karya Bakti. “Perusahaan yang baru saya dirikan ini sudah saya buatkan legalitasnya, akte notarisnya sudah ada. Perusahaan ini nantinya akan bergerak dalam bidang out sourching. Saat ini tinggal beberapa perizinan yang masih dalam proses,” ujarnya lagi.

Di penghujung tahun ini, Samaudi  sudah punya rencana besar, yaitu membangun kawasan perumahan sendiri di lahan yang sudah ia beli di kawasan KM 6,5 Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan Utara.  Yang saat ini kawasan itu masih dalam proses pembutan legalitas sertifikat. “Jadi saya sudah tidak menjadi subkontraktor lagi. Karena saya sudah memiliki developer sendiri, jadi  bukan lagi kontraktornya developer. Rencananya kami akan membangun sebanyak 113 unit rumah untuk tahap awal di lokasi itu. insya Allah rencana saya ini dapat berjalan sesuai dengan rencana,” pungkasnya.

Di mata para sahabatnya, saat dirinya masih menjadi prajurit TNI. Samaudi dinilai sebagai prajurit yang taat pada atasan. Bahkan beberapa personil di Zidam VI Mulawarman mengatakan, sosok Samaudi selalu disayangi oleh atasannya. Siapaun atasannya, Samaudi selalu menjadi anak emasnya. “Ia orang rajin. Pintar dan taat kepada atasannya. Semua yang diperintahkan atasannya, selalu dikerjakan tepat waktu dan tentu saja hasilnya memuaskan. Dan yang hebatnya lagi, kendati dia hanya berpangkat Kopral, namun penghasilannya luar biasa. Makanya tak jarang, kami kami disini sering ketiban rezeki dari beliau. Pak Samaudi itu orang baik. Rendah hati. Kami di sini sangat menghormatinya dan tentu saja menyayanginya,” ujar salah seorang anggota Zidam yang meminta namanya agar tidak disebutkan.

Penulis : Alfian Tamzil

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here