DCIM100MEDIA

BALIKPAPAN—Dalam rangka meningkatkan standar pelayanan serta pembekalan bagi tenaga kesehatan seperti perawat, perawat gizi, perawat radiologi, perawat fisio terapis dan perawat gizi, RS Dr Hardjanto Balikpapan menggelar Pelatihan Clinical Instructur Berbasis Kompetensi, yang digelar di aula pertemuan RS Dr Hardjanto Balikpapan, dari 4 – 6 Juni 2018.

Para peserta yang mengikuti pelatihan ini bukan hanya berasal dari perawat dari RS Dr Hardjanto Balikpapan saja. Tetapi ada pula perawat dari rumah sakit tentara yang berasal dari Samarinda dan perawat dari Rumah Sakit Tentara di Banjarmasin. Dan ada pula perawat yang berasal dari Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.

Dalam pelatihan ini, ada tiga pemateri yang akan tampil berbicara secara bergiliran. Mereka adalah Ismasyah S.Kp M.Kep, Ns Andi Parellangi S.Kep, M Kep, MH dan Ns Grace Carol Sipasulta, S.Kep M.Kep, SST, M.Kep. Serta Master of Trainer Rivan Firdaus, SST, M.Kes.

Kepala Rumah sakit Dr Hardjanto Balikpapan Kolonel CKM dr Azhari Ramdani mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar dengan harapan agar para perawat di rumah sakit milik TNI Angkatan Darat tersebut dapat memiliki kemampuan untuk melakukan pendampingan kepada para mahasiswa dari perguruan tinggi kesehatan. Seperti Poltekes, STIKES maupun Akademi Keperawatan.

Selain diberikan bekal keilmuan untuk memberikan pendampingan kepada para mahasiswa program studi keperawatan yang melakukan praktek di rumah sakit. Pelatihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan para perawat dalam hal pelayanan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Menurut dr Azhari dengan mengikuti pelatihan ini, pelayanan kepada pasien akan menjadi lebih baik. “Karena para perawat yang dilatih ini nantinya akan bekerja lebih efisien dan lebih efektif dalam kegiatannya sehari-hari saat bertugas di rumah sakit,” ujar dr Azhari.

Ia juga menyebutkan, pelatihan semacam ini baru pertama kali dilaksanakan pada tahun 2018 ini. Sebelumnya pelatihan ini juga pernah digelar pada tahun 2017 yang lalu. Dan selanjutnya ke depan, pihak RS DR Hardjanto akan melaksanakan Training of Trainer. “Jadi diantara mereka nantinya akan kita kirim untuk menjadi trainernya. Sehingga nantinya kita akan melaksanakan pelatihan dengan menggunakan trainer sendiri,” ujar dr azhari lagi.

Sementara itu, salah seorang pemateri Ns Andi Parellangi S.Kep, M Kep menyampaikan, bahwa pelatihan ini bertujuan agar para perawat ini diharapkan dapat menjadi pendamping bagi para mahasiswa dari perguruan tinggi program studi keperawatan yang mengikuti pemagangan di rumah sakit atau klinik. “Kan para mahasiswa prodi keperawatan ini selama belajar di kampus, presentasenya adalah, 30 persen teori dan 70 persennya lagi adalah praktik di rumah sakit. Untuk itu, keberadaan para mahasiswa keperawatan ini yang menentukan sekali adalah saat praktik,” ujar Andi Parellangi.

Untuk itu lanjut Andi, selama dalam pendampingan ini, para perawat yang sudah mengikuti Pelatihan Clinical Instructur Berbasis Kompetensi mampu mengarahkan dan memberikan pembelajaran langsung kepada seluruh mahasiswa keperawatan yang tengah melaksanakan praktik di rumah sakit.

Ia juga menambahkan, para perawat pendamping  mahasiswa keperawatan ini kelulusannya ditentukan oleh pembimbingnya. Dan para perawat pembimbing ini  agar dapat bekerja secara profesional, tentunya dilakukan pelatihan sebagai prasyarat mutlak untuk melakukan pembimbingan kepada mahasiswa.

“Sehingga pembimbing ini kita mengharapkan bisa kompeten dalam melakukan pembibingan. Pelatihan ini juga dilakukan berdasarkan standarisasi nasional dengan memakan waktu 50 jam pembelajaran yang dilaksanakan selama tiga hari ini,” ujarnya.

Sedang metode dalam pelatihan ini menurut Andi Parellangi adalah metode yang lebih banyak diskusi. Hal ini diharapkan agar peserta pelatihan bisa lebih aktif di saat mengikuti pelatihan ini.

 

Penulis : Alfian Tamzil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here