BALIKPAPAN—Rumah Sakit DR R Hardjanto Balikpapan kembali melakukan terobosan baru dalam rangka memberikan perhatian khusus kepada sejumlah pasien Hemodialisis (HD). Di mana sejauh ini ada sebanyak 48 pasien yang rutin melakukan hemadiolisis atau cuci darah di rumah sakit milik TNI Angkatan Darat tersebut.

Langkah yang dilakukan RS Dr Hardjanto terhadap pasien Hemodialisa ini dilakukan dengan cara menggelar Seminar Kesehatan yang bertajuk “Pengendalian Cairan dan Nutrisi yang Baik Pada Pasien Hemodialisis” yang digelar di Aula Rumah Sakit DR R Hardjanto Balikpapan, Rabu siang (09/05/2018).

Seminar kesehatan yang diprakarsai oleh RS Dr R Hardjanto ini merupakan yang pertama kalinya digelar. Dan ini sengaja dilakukan pihak rumah sakit, sebagai bukti bahwa Rumah Sakit Dr R Hardjanto ini ingin memberikan pelayanan khusus dan prima kepada seluruh pasien HD termasuk para keluarga pasien.

Hadir pada acara seminar kesehatan ini diantaranya 48 pasien Hemodialisis didampingi para keluarganya, yang merupakan pasien tetap RS Dr R Hardjanto yang selama ini rutin melakukan cuci darah di rumah sakit tersebut. Dan adapula pasien yang berasal dari luar RS DR Hardjanto. Serta seluruh pejabat utama di lingkungan RS Dr R Hardjanto turut pula hadir pada acara tersebut.

Sebagai pemateri dalam seminar itu adalah Kolonel CKM dr Jonny Sp.PD-KGH, M.Kes, MM. Jonny yang kesehariannya bertugas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta ini, merupakan pakar dan sering menjadi nara sumber dan pembicara sebagai Spesialis Konsultan Ginjal dan Hipertensi di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia

Di hadapan sejumlah peserta yang hadir siang itu, Jonny menyempaikan tentang perlakuan kepada para pengidap penyakit yang sedang menajalani cuci darah. Diantaranya pengaturan pola makan yang kadang terabaikan oleh pengidap penyakit HD sendiri. Dia juga meminta, perlakuan terhadap pasien HD juga harus didukung oleh pihak keluarga pasien. Tujuannya agar, sama sama menjaga pasien agar tetap terjaga kesehatannya walau sedang menjalani cuci darah secara rutin.

Dr Jonny juga memaparkan di hadapan peserta seminar, bahwa tujuan terapi nutrisi pada dialisis adalah mengurangi akumulasi toksin uremi, cairan, elektrolit di luar waktu dialisis. Dan memperbaiki status nutrisi, mencegah defisliensi asam amino, vitamin dan lain lain.

Dr Jonny yang juga alumni Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran ini memaparkan, bahwa karena ginjal sudah tidak dapat membuat zat sisa dan cairan dari darah, maka diperlukan langkah untuk membatasi cairan dalam diet.  Untuk itu ia juga menyampaikan, apa yang dirasakan pasien bergantung pada pola makanan dengan jumlah dan jenis yang benar dan tetap melakukan hemodisis yang benar.

Lebih lanjut Dr Jonny juga menyampaikan, bagi pasien cuci darah, ada beberapa makanan yang wajib diperhatikan, seperti, menikmati makanan bernutrisi yang bervariasi, diet hemodilisis berupa sejumlah protein yang berkualitas tinggi. Serta makanlah makanan yang tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, ungas, ikan dan putih telur. “Makanan makanan tersebut menyediakan semua asam amino yang penting dibutuhkan oleh tubuh,” ujar alumni Fakultas Spesialis Penyakit Dalam Universitas Padjajaran Bandung tersebut.

Seminar yang disampaikan  Kolonel CKM dr Jonny Sp.PD-KGH, M.Kes, MM ini benar-benar luar biasa. Sebab segala materi yang disampaikannya kepada para pasien HD beserta keluarganya benar benar bermanfaat. Khususnya kepada pasien HD.

Kegiatan seminar ini dilaksanakan tentu tak lepas dari terobosan Kepala Rumah Sakit Dr Hardjanto Balikpapan, Kolonel CKM dr Azhari Ramdani, yang telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pasien Hemodialisis.

Menurutnya seperti kita ketahui bersama bahwa,  ginjal merupakan organ tubuh  yang berfungsi untuk mencegah timbulnya kelebihan cairan, produk sisa, dan racun-racun dalam tubuh. Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah dan kadar kimia serta elektrolit dalam darah, seperti garam dan kalium. “Bila ginjal kita sakit dan fungsinya menurun, maka zat zat racun dan sisa metabolisme serta cairan akan berlebihan di dalam tubuh karena tidak dapat dikeluarkan dengan baik,” ujar Kolonel CKM dr Azhari ramdani.

Lebih lanjut ia ngatakan, untuk mencegah dampak yang tidak baik bagi tubuh, maka perlu dilakukan tindakan hemodialisa. Disamping itu peran pengetahuan tentang asupan nutrisi dan cairan yang dibutuhkan pasien sangatlah penting. “Karena itulah kegiatan pada siang ini kita lakukan yang melibatkan seluruh pasien HD RS dr R Hardjanto beserta keluarganya, agar sama sama menyimak apa yang disampaikan dokter Jonny,” ujar Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang itu.

Selain itu, menurut dr Azhari, kegiatan ini bagi pasien agar tetap semangat dan secara rutin melaksanakan HD, sedangkan bagi keluarga pasien agar lebih memerankan diri sebagai motivator dan senantiasa memberikan support serta dukungan secara positif kepada pasien baik dalam memelihara dan menjaga disiplin pasien dalam melaksanakan HD maupun dalam menjaga intake cairan dan nutrisi.

Pasca dilaksanakannnya Seminar Kesehatan ini, pihak RS Dr Hardjanto berharap agar tetap terjaga hubungan emosional yang positif antara petugas RS dan pasien beserta keluarganya,  sehingga pasien dan keluarganya akan senantiasa mematuhi dengan sepenuh hati atas segala arahan, saran dan petunjuk petugas dengan mengedepankan sistem kekeluargaan, antara pihak rumah sakit dalam hal ini dokter dan perawat dengan para pasien HD maupun keluarganya.  “Dan juga yang perlu diingat adalah, hubungan baik tersebut akan menjadikan semua pekerjaan dan kegiatan yang berhubungan dengan tatalaksana penanganan pasien HD akan berjalan dengan baik dan lancar,” pumgkas dr Azhari.

 

Penulis : Alfian Tamzil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here