BALIKPAPAN—Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit Tingkat II dr R Hardjanto atau yang sering disebut Rumah Sakit Tentara Balikpapan, manajemen rumah sakit milik TNI AD tersebut menggelar Pelatihan Code Blue dan Sosialisasi EarLy Warning Score System yang digelar dari tanggal 19 hingga 28 Maret 2018 yang akan datang.

Pelatihan Code Blue dan Sosialisasi Early Warning Score System ini secara resmi dibuka oleh Kepala Rumah Sakit Tingkat II dr Hardjanto Kolonel CKM dr Azhari Ramdani dan dihadiri pula Wakil Kepala Rumah Sakit, Ketua Komite Medik, Ketua Kelompok Kerja Akreditasi yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, kepala ruangan rawat inap dan sejumlah perawat dan dokter

Di hadapan sejumlah peserta yang hadir, dr Azhari menyampaikan bahwa, Pelatihan Tim Code Blue ini diharapkan nantinya agar petugas rumah sakit dapat memiliki pengetahuan dan skill dalam menangani kegawatdaruratan jantung dan paru, baik bagi pasien yang dirawat, pengunjung yang sedang berkunjung di rumah sakit bahkan sampai dengan petugas rumah sakit itu sendiri.

Lebih lanjut Azhari juga menyampaikan, dalam rangkaian Early Warning Score System disosialisasikan kepada seluruh perawat dan bidan selaku pelaksana harian di RST itu. Dengan tujuan agar perawat dan bidan dapat menganalisa kegawadaruratan yang terjadi pada pasien dengan mengacu pada tanda vital. “Harapan saya kegiatan ini dapat dilaksanakan dan dapat diaplikasikan dengan baik. Agar rumah sakit tingkat dua Doktor R Hardjanto ini memiliki standard pelayanan kegawardaruratan yang lebih baik,” ujar dr Azhari.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta yang hadir, agar melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab dengan dibuktikan bahwa RST Tingkat II Dr R Hardjanto ini adalah rumah sakit kebanggaan bagi prajurit, keluarga serta masyarakat Balikpapan pada umumnya.

Pada Pelatihan Code Blue dan Sosialisasi Early Warning Score System yang digelar di RS Tingkat II Dr R Hardjanto Balikpapan ini, ada sejumlah pemateri yang akan memberikan beberapa paparan, yang sebagaian merupakan dokter spesialis. Mereka adalah, dr Affrizal SpAN, dr Nugraha SpM, dr Bambang SpJP, Wenda Syahputra Amd.Kep dan Tuhu Trisno Bsc.AN.

Pada kesempatan yang sama, Azhari menyampaikan agar para pegawai rumah sakit diharapkan dapat langsung merespon kegawatdaruratan. Apabila terjadi sesuatu yang sifatnya kegawatdaruratan, minimal para petugas dapat memberikan respon berupa bantuan respon dasar dengan cepat sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan.

Ia juga menyampaikan kepada seluruh peserta pelatihan ini agar benar benar menyimak dan dapat mengaplikasikannya setelah mengikuti pelatihan ini. Dengan harapan agar rumah sakit ini menjadi salah satu rumah sakit di Balikpapan yang memiliki pelayanan yang terbaik.

 

 

Penulis : Alfian Tamzil

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here