Tokoh

Thohari Azis, dari Wakar Hingga Menjadi Anggota DPRD

BALIKPAPAN—Keberhasilan seseorang dalam menggapai cita cita tentu tidaklah seperti memutarbalikan tangan. Hal ini seperti yang dialami oleh Thohari Azis, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Balikpapan.

Kepada media ini ia menceritakan tentang sepak terjangnya hingga menjadi sebagai seorang politikus. Ia terlahir dari seorang anak guru Bahasa Arab di kampung halamannya di salah satu desa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

“Saya anak ke tiga dari tujuh bersaudara. Ayah saya seorang guru Bahasa Arab di sebuah Madrasah Tsnawiyah,” ujar Thohari saat ditemui di ruang kerjanya, (17/05/2016).

Selepas lulus dari SMA, ia merantau ke Balikpapan di tahun 1989. “Saat itu saya ikut kakak saya yang kala itu dinas di Lanud Balikpapan. Kedatangan saya ke rumah kakak kala itu tidak sepengetahuan dia. Tentu saja ia kaget,” ujar Thohari.

Tak ingin membebani sang kakak, ia pun melamar pekerjaan di berbagai perusahaan di kawasan Sepinggan, tak jauh dari Mako Lanud Balikpapan. Hampir semua perusahaan ia datangi dan menyerahkan surat lamaran pekerjaan. Namun satu satunya lamaran yang ada buatnya adalah tenaga wakar. Atau tenaga keamanan yang bekerja di malam hari saja.

“Ya, saya menjadi wakar di kantor kosong. Kerjanyapun hanya di malam hari. Saya sendirian kerja sebagai tenaga keamanan. Jangankan manusia, hantupun mungkin ga berani datang ke kantor kosong itu,” candanya.

Tak sampai setahun, ia pun mengadu nasib di tempat lain. Di pertengahan tahun 1990an ia mencoba melamar di Koperasi Angkasa Pura (Kokapura), di Bandara Sepinggan (Sekarang bernama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan). Mulai dari sinilah ia mendapat pekerjaan yang cukup layak.

“Saya Sembilan tahun bekerja di Kokapura. Tugas saya waktu itu adalah menghandle pesawat pesawat jet pribadi. Terakhir jabatan saya adalah supervisor,” kenangnya.

Tak ingin berlama lama menjadi karyawan, iapun “nyambi” untuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Balikpapan. Dan iapun aktif di organisasi kemahasiswaan, yakni di GMNI. “Saya kuliah agar ada peningkatan jabatan, dan satu satunya adalah harus sarjana,” ujar politisi asal PDIP itu.

Saat ini ia sudah tidak lagi bekerja di Kokapura, sebab ia sudah memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang Aviasi khusus handling pesawat jet pribadi. Dan seiiring berjalannya waktu, karir poltiknya pun terbilang cemerlang. Ia sudah dua periode menjadi anggota DPRD Balikpapan.

“Satu periode waktu itu saya sebagai PAW. Dan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Balikpapan,” paparnya.

Iapun berpesan,  siapapun orang itu, haruslah memiliki impian. Dimana impian itu dapat tercapai dengan kerja keras, tekun dan senantiasa berdoa.

“Intinya fokus pada pekerjaan, jalani dengan rasa semangat dan senantiasa bersyukur. Itu yang selalu saya lakukan. Alhamdulillah apa yang saya impikan saat ini tercapai,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *